Apa Bedanya MTL dan DTL Saat Ngevape

Setiap orang memiliki cara masing-masing saat mengisap vapenya. Hal ini sama seperti cara saat menghisap rokok konvesional.

 

Di dunia vaping sendiri ada 2 teknik dalam menghisap vape yakni MTL (Mouth To Lung) yang artinya dari Mulut ke Paru-Paru dan DTL (Direct To Lung) yang artinya langsung ke paru-paru.

 

Kedua teknik ini cukup berpengaruh terhadapa aktivitas vaping anda, khususnya terhadap rasa yang dihasilkan dari liquid tersebut.

 

Untuk vapers tentunya dua teknik ini sudah tak asing lagi. Namun bagi para pemula pasti masih bingung soal dua istilah ini.

 

Untuk lebih jelasnya, TIGAC mau coba menjelaskan lagi soal teknik MTL dan DTL, yuk simak perbedaan kedua teknik ini.

 

  1. Teknik MTL

 

Teknik MTL ini adalah sebuah gaya ngevape yang dilakukan dengan cara menghisap cloud ke mulut secara perlahan. Lalu cloud itu ditampung dulu di dalam mulut kemudian dihirup lebih dalam lagi ke paru-paru lalu menggembuskannya.

 

Teknik ini tidak jauh berbeda seperti orang merokok konvesional pada umumnya. Biasanya teknik ini banyak dilakukan oleh vapers yang baru beralih dari rokok konvesional ke vape.

 

Selain masih terbiasa menghisap rokok konvesional, alasan lain teknik ini dilakukan adalah untuk merasakan kenikmatan dari rasa tu ketimbang cloud yang dihasilkan.

 

Banyak juga vapers yang sudah lama meninggalkan rokok konvensional namun masih menggunakan teknik MTL ini karena untuk menikmati flavor liquid tersebut.

 

Untuk merasakan Throat Hit (TH) anda bisa melakukannya dengan menghisap lebih dalam lagi hingga nendang ditenggorokan. Namun perlu diingat, TH hanya bisa dirasakan jika liquid itu mengandung nikotin.

 

Selain itu teknik MTLmembutuhkan resisten coil yang tinggi di atas 1.0 ohm sehingga pemanasan dapat seirama dengan waktu penghisapan.

 

  1. Teknik DTL

Teknik ini berbeda dengan MTL, sebab DTL adalah cara menghisap cloud sedalam-dalamnya langsung ke paru-paru tanpa harus menampung dulu di mulut.

Biasanya vapers yang melakukan teknik ini lebih menginginkan cloud yang melimpah ketimbang rasanya. Selain itu teknik ini membutuhkan resiten coil yang lebih rendah di bawah 1.0 ohm agar pemanasan coil lebih tinggi, sehingga dapat menghasilkan cloud yang lebih tebal.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *