Cara Aman Bawa Vape Saat Naik Pesawat

Cara Aman Bawa Vape Saat Naik Pesawat

 

Buat vapers yang hobi jalan-jalan atau traveling pasti pernah bertanya-tanya ‘boleh tidak bawa perangkat vapor saat naik pesawat?’. Karena perangkat vapor terdiri dari rangkaian elektri dan cairan untuk liquidnya, pasti banyak yang ragu untuk membawanya saat naik pesawat.

 

Petugas di bandara memang punya aturan yang baku untuk barang bawaan penumpang khususnya yang berkaitan dengan perangkat elektronik dan cairan. Vape sendiri masuk dalam kategori tersebut, sehingga saat vapers ingin membawanya harus memahami aturan yang ada.

 

TIGAC punya tips buat vapers yang ingin bawa perangkat vapor saat naik pesawat biar aman sampai tujuan, berikut tipsnya;

 

  1. Simpan tool kit dengan benar dan rapih

 

Buat vapers yang suka setting-setting perangkat vapor pasti butuh peralatan yang bisa menjunjang ini. Biasanya peralatan itu seperti gunting, pisau ataupun peralatan yang berbetuk tajam lainnya. Nah barang-barang ini harus vapers simpan dengan baik dan rapih di dalam tool kit. Karena tool kit ini nantinya akan disimpan di dalam koper yang akan masuk ke bagasi pesawat.

 

Ini sudah menjadi peraturan dari pihak bandara terkait barang bawaan penumpang pesawat. Karena memang benda tajam dilarang untuk masuk ke dalam kabin pesawat. Dari pada vapers harus bongkar-bongkar tas lagi, lebih baik hal ini sudah dipersiapkan sebelum kita ke bandara.

 

  1. Gunakan case baterai

 

Untuk menghindari benturan yang berakibat pada kerusakan baterai, ada baiknya vapers menggunakan case baterai. Selain harga case baterai yang murah, barang ini juga bisa melindungi baterai untuk hal-hal yang tidak diinginkan seperti meledak atau yang lainnya.

 

  1. Bawa liquid sesuai dengan kebutuhan

 

Liquid merupakan cairan yang digunakan untuk vaping. Seperti aturan yang berlaku di bandara untuk barang bawaan berbentuk cairan, hal ini berlaku juga untuk liquid.

 

Dalam aturannya, cairan yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat masimal hanya 100 ml. Jadi vapers jika mau aman membawa liquid di dalam tas yang masuk ke kabin hanya bisa membawa 100 ml, lebih dari itu cairan harus masuk dalam bagasi pesawat.

 

Tapi vapers tak perlu panic karena sekarang banyak kemasan liquid yang dijual dengan kemasan 60 ml sehingga bisa aman dibawa masuk kabin pesawat. Nah kalau vapers merasa jumlah itu kurang, vapres bisa membawa 2 botol yang sisanya dimasukkan ke dalam koper.

 

  1. RTA harus dalam keadaan kosong

 

Bahan RTA bisanya terbuat dari kaca dan sangat rawan pecah. Selain benturan, tekanan udara dalam pesawat bisa menyebabkan RTA pecah. Jadi bisa dibayangkan jika RTA dalam keadaan terisi liquid dan pecah, pasti cairannya akan membasahi barang-barang lainnya yang ada dalam tas vapers.

 

Hal ini jadi akan merepotkan vapers saat sampai ditujuan karena harus membersihkan barang-barang yang terkena cairan liquid ini. Bisa dibayangkan kalau cairan liquid ini mengenai dompet beserta isinya dan paspor vapers, pasti ini jadi PR lagi.

 

  1. Mod dalam keadaan mati

 

Sama seperti barang elektronik lainnya, Mod juga harus dalam keadaan mati saat vapers berada di dalam pesawat. Hal ini disebabkan karena saat kita terbang, tekanan udara dalam pesawat akan naik dan bisa menyebabkan barang elektronik menjadi rusak atau error (chips dalam Mod).

 

Untuk lebih amannya, vapers harus melepaskan baterai dalam Mod itu. Jika model Mod dengan baterai tanam atau permanen, makan lebih baik dimatikan saja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *